Rahasia Membutuhkan Kata: Puisi Indonesia 1966-1998 PDF

Rahasia Membutuhkan Kata: Puisi Indonesia 1966-1998 PDF


Rahasia Membutuhkan Kata: Puisi Indonesia 1966-1998 ✅ [PDF / Epub] ☉ Rahasia Membutuhkan Kata: Puisi Indonesia 1966-1998 By Harry Aveling ⚣ – Larringtonlifecoaching.co.uk Buku ini menghadirkan dunia puisi Indonesia pada era pemerintahan represif Orde Baru Harry Aveling memilih, menganalisis, dan menyusun secara kronologis dan tematik sajak pilihan dari penyair Indone Kata: Puisi eBook ´ Buku ini menghadirkan dunia puisi Indonesia pada era pemerintahan represif Orde Baru Harry Aveling memilih, menganalisis, dan menyusun Rahasia Membutuhkan PDF/EPUB ² secara kronologis dan tematiksajak pilihan daripenyair Indonesia Penerjemahan tersebut juga disertai pengantar di setiap bab yang ringkas tetapi bernas Membutuhkan Kata: Puisi PDF/EPUB ¿ Pengantar tersebut berisi pengetahuan dan analisis tentang dunia puisi Indonesia yang sangat penting untuk diketahui oleh para pembaca Indonesia agar semakin mengenal dunia puisi Indonesia sendiri, khususnya apabila dilihat dari kacamata pengamat asing yang telah demikian intens dengan dunia sastra Indonesia sekaligus dengan kemampuan yang benar benar tidak diragukan Pengamatan dari berbagai sudut pandang terhadap sastra kita akan sangat memperkaya pengetahuan dan pengenalan kita atas karya karya bangsa sendiri, terutama pengamatan dari seorang peneliti asing yang selain ahli di bidang sastra juga pengamat sastra terpercaya Di sinilah penerbitan terjemahan buku tersebut memiliki arti pentingnya.

    Download PDF books yang sangat penting untuk diketahui oleh para pembaca Indonesia agar semakin mengenal dunia puisi Indonesia sendiri, khususnya apabila dilihat dari kacamata pengamat asing yang telah demikian intens dengan dunia sastra Indonesia sekaligus dengan kemampuan yang benar benar tidak diragukan Pengamatan dari berbagai sudut pandang terhadap sastra kita akan sangat memperkaya pengetahuan dan pengenalan kita atas karya karya bangsa sendiri, terutama pengamatan dari seorang peneliti asing yang selain ahli di bidang sastra juga pengamat sastra terpercaya Di sinilah penerbitan terjemahan buku tersebut memiliki arti pentingnya."/>
  • Softcover
  • 352 pages
  • Rahasia Membutuhkan Kata: Puisi Indonesia 1966-1998
  • Harry Aveling
  • Indonesian
  • 15 May 2019
  • 9799375835 Edition Language Indonesian Other Editions 1

About the Author: Harry Aveling

Kata: Puisi eBook ´ Is a well known author, some of his books are a fascination for readers like in the Rahasia Rahasia Membutuhkan PDF/EPUB ² Membutuhkan Kata: Puisi Indonesia book, this is one of the most wanted Harry Aveling author readers around Membutuhkan Kata: Puisi PDF/EPUB ¿ the world.



10 thoughts on “Rahasia Membutuhkan Kata: Puisi Indonesia 1966-1998

  1. gieb gieb says:

    Lain cerita dengan nama Gieb Tak pernah tahu di mana dilahirkan Yang jelas Gieb masih ingat tanggal kelahirannya, 7 Maret 1978 Berstatus buruh sebuah perusahaan keluarga Tak pernah berpikir tentang cita cita Tapi pernah bermimpi menjadi sastrawan besar nama beken, kaya raya, hidup nyeni, digandrungi perempuan dan karyanya tersebar di toko toko.Dalam mimpi Gieb menjadi sastrawan adalah gampang Syarat pertama, minimal, harus bisa membuat puisi Siapa di negeri ini yang tidak bisa membuat Lain cerita dengan nama Gieb Tak pernah tahu di mana dilahirkan Yang jelas Gieb masih ingat tanggal kelahirannya, 7 Maret 1978 Berstatus buruh sebuah perusahaan keluarga Tak pernah berpikir tentang cita cita Tapi pernah bermimpi menjadi sastrawan besar nama beken, kaya raya, hidup nyeni, digandrungi perempuan dan karyanya tersebar di toko toko.Dalam mimpi Gieb menjadi sastrawan adalah gampang Syarat pertama, minimal, harus bisa membuat puisi Siapa di negeri ini yang tidak bisa membuat puisi Hanya orang tolol dan buta huruf saja Setiap orang melek huruf pernah ikut Kejar Paket A dan B akan berpikiran puisi hanya susunan kata, tak kurang dan tak lebih Sehingga tak perlu teori yang njlimet njlimet seperti yang sering digagas para dosen atau akademisi Jadilah mereka sok tahu, sok pakar Menyebut orang lain tak tahu apa apa karena tak bisa membedah isi otak para penyair Sebait sajak dari Sitor Situmorang adalah bukti dari apologi Gieb.Malam LebaranBulan di atas kuburanUntuk membuat sajak sejenis itu sangatlah mudah Tapi oleh para kritikus dibuat membingungkan Memerlukan banyak teori untuk sekedar mengublek ublek sajak seperti itu Bahkan meminjam tesis para pakar sastra dari barat Dipikirnya teori dalam negeri tidak mampu membongkar sajak itu Padahal Gieb bisa membuat sajak singkat seperti ini Misalnya Janji SBY mengusut korupsiWush.wushApa susahnya menjadi sastrawan besar Menurut Gieb, sastrawan mirip dengan penyair di sini letak kekeliruan Gieb Ia salah duga melihat jagad sastra Tak pernah teridentifikasikan virus macam apa yang menjangkiti benaknya Pikirnya, tidak ada sastrawan di luar penyair Cerpenis, novelis, kolumnis itu hanyalah tukang Tugas mereka hanya merangkai kata menjadi kalimat Lalu disusun beralinea Terus menggabungkan alinea alinea sampai panjang panjang Tujuan utama mereka cuma satu duit Beda dengan penyair Penyair itu rohnya rakyat Darah masyarakat Pejuang kemanusiaan Humanis paling humanis Hatinya peka Jiwanya peka Renungannya mendalam Sejajar dengan filsuf Bahkan ada yang menganggap dirinya nabi , begitu ucap Gieb dalam suatu diskusi sastra.Siapa saja yang hidup di negeri yang permai ini, negeri yang anti kekerasan dan kerusuhan kalaupun terjadi itu hanyalah pekerjaan oknum tak bertanggung jawab atau kesalahan prosedur , bisa menjadi sastrawan besar Di negeri yang gemah ripah loh jinawi ini menjadi sastrawan tidak perlu belajar suntuk Sambil mabuk Whisky atau bir berlabel AO dan KTI, seseorang dapat menggonjang ganjingkan dunia kesusastraan Membawa sebait sajak aneh yang dianggap pendobrak tatanan lama Pembawa nilai nilai baru Lalu oleh para kritikus menjadi bahan pembicaraan yang tak pernah habis Berdasarkan teori yang seabreg menyebut penyair yang bersangkutan benar benar sempurna mentranformasikan jiwa dan isi kepala Pencariaan berabad abad tervisualisasikan dalam sebait sajak yang tak lazim.Tak ada yang membuat Gieb terheran heran Sebab Gieb pun bisa membuat peristiwa seperti itu Lalu Gieb pun ngelip Nipam sambil nyimeng sedikit Tiba saat kepala terasa berat, puyeng, antara sadar dan tak sadar Gieb pun meraih secarik kertas HVS dan spidol dan ditulisnya sajak Kurang dari lima menit sudah tercipta sajak.Pura pun Tertembakrupapa rurupakupa rukutertembaktembak terpelurupapuratentarapura tembakpa paru rudi didor dorKetika benar benar sadar, Gieb merasa terkejut setengah mati Tak disangkanya ia bisa membuat sajak dahsyat seperti ini Ia yakin sajak ini akan menggemparkan dunia perpuisian Membuat kagum para kritikus Lalu memborong sekarung teori barat untuk bisa mengulas sajaknya Luar biasa Dunia sastra akan dibuat horeg Ia akan dikenal luas Dan karya karyanya akan laris manis diserbu para pembeli Ia akan diundang kemana mana untuk seminar, simposium, diskusi atau sekedar membacakan sajak sajaknya Ia akan diberi penghargaan oleh pemerintah karena telah dianggap berjasa di dunia kesusastraan Dan pada akhirnya, ia berharap tersangkut dalam calon pemilihan anggota DPR.Lalu apa yang terjadi Hari hari yang melelahkan Entah berapa judul yang telah Gieb kirimkan kepada redaktur majalah Tak ada jawaban yang pasti Sampai ia kadang harus memaki maki para redaktur majalah karena tidak tahu tentang hakikat sebuah puisi.Hari hari berikut bagi Gieb adalah hari hari mimpi, onani dan berpuisi Tiada hari tanpa mimpi Tiada hari tanpa onani Tiada hari tanpa puisi Hingga sampai pada saat menempatkan itu sebagai ideologi Karena Gieb tidak sendirian Dibelakang, ada ribuan orang seperti Gieb yang punya komitmen dan motivasi yang sama Sungguh luar biasa.Adakah masa depan puisi bagi orang seperti Gieb Entah Tidak ada yang bisa menemukannya Tetapi dalam jagad sastra, mereka bukan sampah Meski ada yang menyampahkan diri Yang jelas telah terjadi ledakan membuat sastra Sekedar membuat, mungkin Bahwa sastra menghendaki tak ingin sekedar memasuki ruang publik yang bersifat fisik saja, tetapi juga maknawi Jadi, persoalannya tak cuma sekedar bagaimana membuat puisi Sebab yang dibutuhkan sastra hanyalah iklim, suasana yang kondusif dan revolusi kesadaran Tanpa itu hanyalah utopia yang nyata Maka sastra jangan dirumuskan, tetapi dilayani, jangan diamankan, tetapi diberi kebebasan Tetapi, ketika keadaan sudah sedemikian transparan seperti ini, apalagi yang tersisa Ah, asu tenan

  2. Wawan Kurn Wawan Kurn says:

    Harry Aveling dalam buku ini menuliskan rantai sejarah puisi dari masa ke masa.

  3. Asep Sambodja Asep Sambodja says:

    Puisi puisi Indonesia yang terbit di zaman Soeharto Pendekatan terhadap puisi yang menggunakan perspektif politik.

  4. kinu triatmojo kinu triatmojo says:

    Jarang ada peneliti teks semacam HA Lebih jarang lagi penerbit yang mau menerbitkan buku semacam ini D

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *